
Selepas maghrib, semua orang dari tua, muda, remaja mulai berbondong-bondong pergi ke Stadion Noto Hadi Negoro yang tepatnya di Kreongan untuk menyaksikan konser Ungu dan the Chancuters. Ada orang yang datang dengan kekasihnya, dengan keluarganya, dan dengan sahabat-sahabatnya. Ya maklum lah disamping weekend, itung-itung ngerefresh otak yang satu minggu penat telah terforsir. Semua orang datang dari berbagai kota, ada yang dari Probolinggo, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, Yogyakarta, Bali, bahkan ada juga yang dari Papua. Semua orang yang datang untuk menyaksikan konser tersebut hanya ingin menunjukkan Cliequers sejati. Bahkan yang datang dari Probolinggo, datang dengan motor dan memakai kaos yang berwarna ungu dengan tulisan “Cliequers Sejati.” Mereka sengaja datang demi band favorinya.
Acara yang digelar pada hari sabtu malam minggu tepatnya tanggal 14 mei 2011 yang di sponsori dengan Surya PROfesional Mild tersebut adalah sebuah tour dari Surya PROfesional Mild yang telah diselenggarakan diberbagai kota, diantaranya : Bandung, Semarang, Yogyakarta, Cirebon, Makasar, Jember, dan masih banyak kota-kota yang lain. Tepat jam 19.00 WIB, K2 Reggae membuka jalannya konser, mendengar suara lagu yang dinyanyikan oleh K2 Reggae, semua warga Jember sangat berantusias dan berambisi untuk segera memasuki stadion dimana konser di gelar. Saya sangat kagum dengan konser kemarin, pada jam 20.00 WIB semua tempat parkir yang telah disediakan telah penuh semua, sampai-sampai ada orang yang rela meninggalkan motornya dipinggir jalan. Puluhan ribu orang yang membanjiri tempat dimana konser digelar, rela berdesak-desakan guna untuk dapat memasuki Stadion Noto Hadi Negoro dan menyaksikan jalannya konser tersebut. ± 1000 anggota keamanan dikerahkan baik dari pihak POLRES maupun dari pihak TNI, Semua itu guna menjaga keselamatan para pengunjung dan kesuksesan acara tersebut.
Tiket yang dijual untuk menyaksikan pagelaran konser tersebut lumayan murah, hanya Rp. 10.000 + 1 bungkus rokok Surya PROfesional Mild. Dan kalau di curve kan dengan uang, tiket masuk konser tersebut hanya Rp. 2.500, karena harga 1 bungkus rokok Surya PROfesional Mild Rp. 7.500. Semua orang yang telah memiliki tiket,berusaha sekuat tenaga untuk dapat memasuki Stadion dan sayangnya pintu masuk yang dibuka hanyalah satu. Sehingga semua orang harus rela berdesak-desakan untuk masuk ke stadion.
Sebelum acara dimulai, halaman lapangan Stadion Noto Hadi Negoro pun telah dipenuhi oleh semua penonton, belum juga yang ada di tribun, smuanya penuh. Dan yang sangat saya kagum dengan acara tersebut, sebelum dimulainya acara, terdapat acara ceremonial yaitu dengan menyanyikan lagu indonesia raya. Setelah bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia raya, tepat jam 20.30 band asal bandung (The Chancuters) itu mengawali serta membuka acara yang telah ditunggu-tunggu oleh para warga jember dan sekitarnya. Mereka mengenakan kostum dengan celana hitam dan kemeja merah kombinasi hitam. The Chancuters terdiri dari 5 personil, di vocal ada Muhammad Tria Ramadhani alias Tria, Muhammad Iqbal alias Qibil (backing vocal & gitaris), Arlanda Ghazali Langitan alias Alda (gitaris), Dipa Nandastyra Hasibunan alias Dipa (bassis), Erick Nindyoastomo alias Erick (drum). “Suka-suka” adalah tembang yang pertama kali dibawakan oleh band asal bandung itu. Dan penonton pun ikut bergoyang mengikuti irama tersebut. Sekitar 1,5 jam mereka menemani warga jember untuk bergoyang dan bernyanyi diatas panggung.
Band selanjutnya yang akan mengguncang stadion Noto Hadi Negoro dan yang banyak disukai (seng akeh ngefane ni) oleh kaum wanita yaitu siapa lagi kalau bukan Ungu band. Band asal Jakarta itu terdiri dari 5 personil Pasha (vocal), Onci (gitaris), Enda (gitaris), Makki (bassis), Rowman (drummer). Mereka mengenakan kostum dengan kaos hitam. Lagu pembuka yang mereka bawakan adalah lagu single pertama dari album Laguku yang pertama mereka ciptakan dan menjadi OST. ABG di RCTI yaitu “Bayang Semu.” Lagu itu mampu mengajak warga jember dsb untuk bergoyang bersama. Padahal sudah 1,5 jam ditemani bergoyang oleh The Chancuters, dan dilanjutkan oleh Ungu, dengan badan kuyuh basah, penonton sedikitpun tidak merasa lelah. Sekitar 1 jam Ungu menemani warga jember berjoget bersama. Lagu yang dibawakan Pasha untuk menutup acara pada hari itu adalah Hampa Hatiku. Menjelang usainya lagu itu, ratusan kembang api yang bermacam-macam dinyalakan di atas panggung.
Akhirnya lagu trakhirpun selesai dinyanyikan, dan semua orang mulai berdesak-desakkan untuk keluar dari stadion. Bahkan ketika akan keluar dari pintu stadion noto hadi negoro, ada seorang cewek yang sempat pinsan karena fisik yang kurang kuat untuk berdesak-desakkan. Akhirnya pun tim medis datang, dan memberikan P3K. Saya pada waktu itu tidak ikut berdesak-desakkan dan lebih memilih untuk pulang terakhir. Karena saya berprioritas pada pedoman “Keselamatan adalah Nomor Satu.”
Sekian uraian saya tentang Konser Ungu dan The Chancuters yang diselenggarakan pada hari sabtu malam minggu 14 mei 2011 di stadion Noto Hadi Negoro Jember. Semua berita itu sedikitpun tidak ada yang saya rekayasa, semua berdasarkan dari apa yang saya lihat, dengar, dan rasakan. Sekian terima kasih.